Langit Jingga di Ufuk Hitam

Secara tidak sengaja langkahku menubruk sesosok wanita cantik. Pikirku sekilas dia orang baru. “maaf mbak…. pintaku. Dia memandangku tersenyum dengan tatapan penuh maklum, meski tanpa kata-kata, namun sarat dengan makna. Namun ikamat semakin memacu langkahku untuk mengikuti jama’ah di masjid. Sejenak aku harus menepis jauh-jauh hasil quick count yang disiarkan di tv beberapa jam lalu, juga melupakan JK, dan mengabaikan gadis yang  sudut bibirnya masih mengulum senyum ke arahku, dan bahkan mengabaikan ibuku yang sedang di rumah sendirian.

Laa tahzan.. Innallaha ma’ana
Janganlah bersedih hati, sesungguhnya Allah beserta kita

-oOo-

Halaman-halaman: 1 2 3 4 5 6 7

Kaitkata: , ,

4 Tanggapan ke “Langit Jingga di Ufuk Hitam”

  1. wahyu am Berkata:

    mengharukan :cry:

    nice gan.

  2. Irmansyah Berkata:

    so nice…
    Cerita nya bagus.
    but ending nya itu lho keq ada yg kurang gitu..

  3. Abdul Malik Azir Berkata:

    Mas Ir :)

    Terimakasih atas bimbingannya, Insya Allah saya akan berusaha menulis yang lebih baik lagi. Aamiin.

    Secara situasional dan emosional cerita itu terinspirasi dari rasa kekecewaan ketika unggulan saya kalah dalam pemilu lalu, makanya tidak sempat terlintas untuk menutup cerita tsb dengan happy end. Suasananya memang gitu mas :)

    Salam kenal dan sekaligus salam hormat dari saya mas…

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.