Hanya Sebuah Puisi Untuk Kota Padang
dalam
Syair ILALANG SENJA
~oOo~
Beberapa korong yang malang itu telah sepi
tak terdengar lagi seruling anak anak gembala
yang meniupkan lagu-lagu cinta
untuk sebuah kedamaian hidup
di seantero lembah gunung tigo
pepohonan yang tumbuh bersahaja
sawah ladang yang ramah bersahabat
cuma dalam bilangan detik saja
luruh seketika
di pudar senja yang mengerikan
tiada lagi derai canda dan ceria
para anak-anak sekolah di nagari tandikat
yang lalu lalang dan bersepeda
antara lubuk laweh
cumanak dan pulau air
kemurkaan alam
telah mengehentikan mimpi-mimpi mereka
pada kubangan tanah dan lumpur
dalam longsoran gunung yang remuk terkulai
yang menggigil bergidik akibat gempa yang dahsyat
tinggallah puing-puing masa lalu
dari beberapa perkampungan kecil
bersama penduduknya yang terdiam nyenyak
terbujur dalam dekapan suci
keharibaan sang bumi pertiwi
tigapuluh september yang legam
dengan nyalang dan murka
telah mengunyah dan menelan lahap
di sebagian negeri ilalang yang harum mewangi
berlaksa laksa rencana dan janji
harapan harapan
cita cita
dan kebahagiaan yang sedang dinikmati
oleh beberapa anak anak nagari
serentak berakhir
dalam bongkahan keangkuhan alam
yang menggempur tanpa gelagat
dan tanpa isyarat apa apa.
Kota Padang
Seka dan hapuslah air matamu
Karena masih banyak putra putri setia mu
Untuk mengobati perihmu
Menyeka peluhmu
Membalut lukamu
Memulihkan deritamu
Dan menyematkan kejayaanmu.
~oOo~

13 Oktober 2009 pada 20:18 |
hmm…………bercampurlah rasa yang blue nikmati saat membaca postinganmu sahabat baikku. Dalam deru nafas yang mengucap kekaguman ini semakin membuat blue terbelalak untuk membuka sejadah kepintaran blue agar segera tertunduk menanti sebuah pembelajaran darimu.
Doa ternyata akan tetap lebih ampuh untuk disampaikan pada ilalang ilalang yang berkecamuk angkara duka di tanahnya padang nan elok. Dalam puing puingnya sebuah reruntuhan “tiga puluh semptember” dalam sisa-sisa dan bekas yang tersirat dalam jumlah berlaksa-laksanya sebuah perjanjian yang sarat dipenuhi oleh misteriNya Sang Khalik……………
salam hangat selalu
________________
Hahaha…
komentar ini memiliki makna yang sangat mendalam dan sufistik, cara memahaminya harus di-Unzip dulu
Blue, terimakasih atas tanggapanmu, guru.
Salam hangat,
muridmu
15 Oktober 2009 pada 20:18 |
Assalaamu’alaikum
Apa khabar nanda Malik.. kerana rindu bunda datang. kerana hilang yang panjang menjadikan hati bunda resah menanti khabar yang tidak pernah kunjung tiba bagai ilalang yang berputar ditiup angin sekitar… mencari dalam dunia yang ternyata memberi banyak cubaan buat kita menilai diri dan puncanya.
Kenapa ni nanda Malik… ada resah yang menghempas di dada, jika hadirnya resah itu, kirimkan kepada bunda untuk bersama menyantap dan menelannya agar ringan apa yang ada di relung hati yang dalam. usah dibiarkan kesendirianmu dalam menghadapinya. Kepedulian bunda padamu tiada yang menghalangnya… hadirlah dengan tenang dan bunda akan gembira menyambutnya. Salam sayang dan rindu dari bunda yang jauh. Jika hujan di tempatmu dan tempiasnya menghampar di pipimu, itulah rindu yang bunda kirimkan buatmu nanda.
_______________________
Wa ‘alaikumussalam wr.wb.
Bunda tercinta,
Beberapa minggu yang lalu perasaan ananda agak sedih oleh beberapa hal. Insya Allah kalau kesedihan sudah mereda, akan nanda tuturkan melalui email. Hal ini sangat erat kaitannya dengan mommy.
Salam rindu,
ananda
15 Oktober 2009 pada 20:18 |
Wah puisinya bagus banget….
salut buat admin
salam kenal
____________
Bang Fad, YTH.
Terimakasih atas dukungan moril dan kunjungan ke tempat ini. Tuhan YME senantiasa membalas budi baik seseorang.
Salam kenal dan salam hormat
AM. Azir
17 Oktober 2009 pada 20:18 |
Assalaamu’alaikum
Apa khabar nanda? Alhamdulillah, senang hati bunda mendengar khabarnya. Subhanallah… Mengapa demikian jadinya resah itu melanda jiwa nanda? Mengapa harus bersedih ? Apakah bunda ada melakukan sesuatu yang melukakan hati nanda ? Jika ia ada kaitan dengan bunda… sila khabarkan, mudahan bunda dapat membantu mengurangkan keresahan itu dan menyerahkan kegembiraannya kepangkuan nanda.
Hidup ini harus diselusuri dengan rasa indah dan damai. Jangan biar resah, gelisah, susah dan payah mengganggu setiap detik sejarah perjalanan hidup yang sedang dilalui oleh nanda. Bunda akan sabar menanti khabarnya. Leraikan dulu kesedihan dan mungkin kepedihan yang ada di ombak dada agar ia tenang menuju ke pantai damai.
Salam rindu dari bunda buat nanda yang jauh di mata, namun dekat dihati.
_____________________
wa ‘alaikumussalam wr.wb.
Bunda tersayang,
Maaf ada kesalahan pada jawaban ananda di atas sbb :
Tertulis : Hal ini sangat erat kaitannya dengan bunda.
Seharusnya : Hal ini sangat erat kaitannya dengan mommy.
Seusai menulis ini saya akan langsung meralat kalimat tersebut. Mohon ma’af jika sempat meresahkan bunda.
salam rindu,
ananda.
18 Oktober 2009 pada 20:18 |
Assalaamu’alaikum
Alhamdulillah, jika tiada kaitan dengan bunda. Masya Allah…. apa yang berlaku pada Mommy, nanda Malik? Mudahan semuanya selamat dalam lindungan Allah swt. Walau bunda belum mengetahuinya… bunda tetap mendoakan kesejahteraan dan kebaikan kesihatan buat Mommy.
Sampaikan salam bunda buat Mommy dan katakan padanya bahawa bunda mendoakannya dari jauh. Rawatlah dia dengan baik nanda agar bahagia hatinya sebagai seorang ibu kerana punya anak yang begitu perihatin kepadanya. Salam rindu juga dari Bunda.
___________________________
Bunda Tersayang,
Maaf ananda baru membalas tulisan ini, Alhamdulillah kami semua sehat sejahtera, semoga bunda sekeluarga pun demikian adanya.
Terimakasih juga atas ulasan puisi ananda yang berjudul ” SFA Acrostic”. Saya merasa bangga dijadikan salahsatu topik dalam tulisan bunda yang sangat indah, Semoga Allah senantiasa membalas budi baik bunda.
Salam mesra,
ananda.
22 Oktober 2009 pada 20:18 |
apresiasi setingginya saya berikan buat mas malik azir…
sebagai orang padang saya salut…
btw, orang padang juga?
________________
@Berry Devanda
Kami masih memiliki kaitan dengan rumpun sub etnis Mingang.
Terimakasih atas apresiasinya.
25 Oktober 2009 pada 20:18 |
Assalamualaikum. Salam perkenalan. Syairnya begitu meruntun hati. Mungkin ada kesedihan di sebalik syair yang ditulis. Apa pun semoga Allah memberikan kebahagiaan kepada anda.
_______________
@Motivasi Kerja
Terimakasih, anda memiliki kepekaan sosial yang tinggi
Allah membalas kebajikan anda
13 November 2009 pada 20:18 |
wow syairnya bener-bener menderu2 .. syair yang bagus skali mas. bsuk2 dibuat jadi satu buku aja mas. keren lho
_______________
@MacFamous,
Hehehe…. aamiin
Do’a orang baik seperti anda biasanya makbul
Salam kenal.
16 November 2009 pada 20:18 |
ASSALAAMU’ALAIKUM..
KEPADA NANDA ABDUL MALIK… SAMBUTLAH UCAPAN DARI BUNDA. SERANGKAI KATA PENGGANTI DIRI. UNTUK MENYAMBUT HARI PERTEMUAN YANG BESAR. JARI SEPULUH BUNDA SUSUN JUGA. AGAR KESALAHAN DIAMPUN SEMUA. TANDA IKHLAS PERSAUDARAAN KITA.
SALAM DUNIA, SALAM SEMUA, SALAM HARI RAYA EIDUL ADHA DAN SALAM KETERPISAHAN “BERJARAK” (Antara Bangi dan Jakarta)
DARI BUNDA DI BANGI, MALAYSIA.
__________________________
Wa’alaikumussalam wr.wb.
Bunda tercinta,
Ucapan yang sama nanda haturkan untuk bunda sekeluarga
Selamat ‘Idil Ad-ha
Semoga Allah menerima amal Ibadah kita Sekalian
Salam mesra,
ananda.
1 Maret 2010 pada 20:18 |
Ehmm …
ana juga punya sajak dg judul “Tuturku Pada Ilalang Senja”.
Terisnpirasi dari renunganku disenja hari, e.. ternyata setelah searcing, ada juga tu istilah..
it’s very good, thanks. bisa memperkaya imaji.
2 Januari 2011 pada 20:18 |
[...] Syair ILALANG SENJA October 2009 10 comments 3 [...]
6 Januari 2011 pada 20:18 |
[...] Syair ILALANG SENJA October 2009 10 comments [...]